SL

Sekolah Lanjutan

Program

Sekolah Lanjutan (untuk selanjutnya ditulis SL) merupakan gabungan antara SMP, SMA dan SMK, yang dirintis mulai dari tahun ajaran 2012/2013. Tingkat SL merupakan sekolah informal dengan target pencapaian ijazah yang dikeluarkan oleh sekolahalam minangkabau dalam 3 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Sedangkan untuk ijazah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan, para siswa akan mengikuti ujian Paket B & Paket C yang jadwal pelaksanaannya sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

Pengklasifikasian siswa tidak menggunakan kelas, melainkan disesuaikan dengan kemampuan atau tingkatan pencapaian yang telah ditentukan. Maka dari itu, ada kemungkinan siswa yang bersamaan masuk program SL belum tentu bersamaan kelulusannya, sebab setiap siswa mempunyai kemampuan dan karakter unik yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Program SL saat ini menggunakan sistem satuan kredit semester (SKS) seperti di bangku perkuliahan universitas dengan mata pelajaran yang diklasifikasikan menjadi 3 kelompok Kurikulum. Evaluasi pembelajaran dilakukan sebanyak 2 kali per semester yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Pengampu masing masing mata pelajaran yang berasal dari bukan karyawan sekolahalam minangkabau dipanggil oleh siswa dengan sebutan maestro.

Tingkatan yang berlaku pada SL adalah sesuai dengan tabel berikut :

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun 6
Semester Ganjil 1 3 5 7 9 11
Semester Genap 2 4 6 8 10 12
Bentuk Evaluasi Kemah
Dasar 1
Kemah
Dasar 2
UN
Ujian sekolahalam
Kemah
Mahir 1
Kemah
Mahir 2
UN
Ujian sekolahalam

Di setiap akhir tahun ajaran, siswa wajib mengikuti prosesi kenaikan tingkat dengan berkemah di alam selama beberapa hari atau selama durasi waktu yang ditentukan menurut kesepakatan Fasilitator dan Maestro.

Tujuan Program

Tujuan dari program SL ini adalah agar siswa mempunyai kemampuan leadership yang baik, giat untuk berwirausaha, dan mempunyai life skill yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Sehingga ketika siswa menyelesaikan studinya, mereka dapat memilih untuk melanjutkan studi ke universitas, berwirausaha mandiri atau bekerja di perusahaan-perusahaan terkemuka.

Hasil yang Diharapkan

Dari tujuan yang telah disebutkan di atas, makadapat dirumuskan hasil yang diharapkan dari siswa setamatnya dari program ini, antara lain:

  • Siswa mempunyai nilai luhur yang ber-Akhlaqul Karimah;
  • Siswa mengetahui batasan-batasan dirinya;
  • Siswa mampu mengelola dirinya dengan manajemen diri yang baik;
  • Siswa mempunyai kemandirian dalam berpikir, bertindak dan bersosialisasi;
  • Siswa mampu berpikir holistik, jangka panjang, dan visioner;
  • Siswa mempunyai motivasi, kemampuan komunikasi dan kerja sama yang baik;
  • Siswa mempunyai sikap ilmiah dalam menyelesaikan masalah; dan
  • Siswa mempunyai semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah.

Kurikulum

Kurikulum SL diistilahkan dengan Kurikulum Tali Tigo Sapilin, yang dibagi menjadi 3 kelompok kurikulum saling berkaitan. Kurikulum ini diangkat dari penyebutan tokoh-tokoh utama di minangkabau dengan memperhatikan fungsi masing-masing tokoh. Mereka adalah Pangalu (Niniak Mamak), Candokio (Cadiak Pandai), dan Malin (Alim Ulama) di minangkabau.

  1. Kurikulum Pangulu

Kurikulum ini berisi tentang kemampuan leadership dan life skill siswa, di antaranya : Kewarganegaraan, Kebudayaan Minangkabau, Manajemen, Retorika, Problem Solving, Kewirausahaan, Menjahit, Memasak, Bakery, Berenang, Berkebun, Pertukangan, Panahan, Pencak Silat, Keolahragaan, Camping, Hiking, Tracking,Travelling&Backpacker, Kesenian & Keterampilan, Photography, Sosial Media Content, Situs Web & E-Mail, Blog dan Vlog, serta Tugas Akhir.

  1. Kurikulum Candokio

Kurikulum ini berisi tentang mata pelajaran yang berlaku di SMP, SMA dan SMK pada umumnya berupa Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, Akuntansi, Fisika dan Kimia.

  1. Kurikulum Malin

Kurikulum Malin berisi tentang pengetahuan-pengetahuan keislaman seperti :Ulumul Qur’an, Hadits, Tajwid, Tartil, Tahfizh, Khat, Khutbah, Terjamah, Bahasa Arab, Nahwu dan Sharaf, Balaghah, Tafsir, Aqidah, Fiqih Ibadah, Fiqih Muamalah, Ushul Fiqih, Ushul Tsalatsah, Manasik Haji, dan Akhlak (Manazilul Ihsan).

Metode

Metodologi yang dipakai di dalam pembelajaran siswa SL adalah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Fasilitator dan Maestro hanya melakukan tatap muka 50% dari total pertemuan, dan 50% yang lain siswa lebih banyak mengerjakan tugas, latihan dan proyek-proyek yang telah disepakati. Sehingga fungsi Fasilitator dan Maestro hanya sebagai mentor.

Adapun model-model metode yang digunakan antara lain:

  • Mentoring Individu : Siswa menghadap Fasilitator dan Maestro secara individu per individu.
  • Diskusi Halaqah : Siswa menghadap Fasilitator dan Maestro secara bersama-sama dengan teman-temannya, baik berupa lingkaran kecil maupun lingkaran besar dengan proses pembelajaran bertatap muka.
  • Simulasi : Siswa bersama Fasilitator dan Maestro melakukan pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan serupa dengan keadaan yang sesungguhnya.
  • Pembelajaran Praktis : Siswa bersama Fasilitator dan Maestro melakukan pelatihan yang sesungguhnya.
  • Kunjungan Lapangan : Siswa melakukan kunjungan lapangan untuk belajar langsung dari sumber aslinya.
  • Proyek Terintegritas : Siswa menyelesaikan proyek-proyek yang terintegritas, yang telah disepakati bersama Fasilitator dan Maestro selama tatap muka.
  • Penelitian : Siswa melakukan penelitian sebagai bentuk tugas akhir.

Operasional Program

Program akan dipimpin oleh 1 orang kepala sebagai Pembimbing Akademik dan beberapa Fasilitator dan Maestroyang mempunyai kemampuan mentoring, motivating dan counseling. Selain itu, sekolahalam minangkabau juga melakukan networking agar siswa dapat melakukan kunjungan lapangan ataupun praktik lapangan di perusahaan/organisasi dengan bidang yang diminati siswa, sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai macam profesi.

Ketika siswa sudah memilih jalur profesi/skill yang diinginkan, tentu saja yang telah disesuaikan dengan kemampuannya, sekolahalam minangkabau akan mengatur kelas Maestro untuk pengayaan value terhadap skill yang muncul dari siswa. Dengan harapan siswa dapat memperoleh pengetahuan/skill yang lebih dalam dari yang sebelumnya dan siap pakai ketika nantinya mereka tamat.

Untuk mendapatkan ijazah dari Negara, siswa akan mengikuti ujian Kesetaraan SMP (Paket B) dan SMA/SMK (Paket C). Untuk mengikuti ujian ini, siswa harus melewati berbagai proses evaluasi sehingga nantinya sekolahalam minangkabau menyatakan mereka layak untuk mengikuti ujian ini.

Adapun fokus pendidikan pada SL sekolahalam minangkabau ini akan terbagi dalam 4 tahapan, antara lain:

Dasar 1 : Tahun Pertama di Tingkat SMP
Dasar 2 : Tahun Kedua di Tingkat SMP
Mahir 1 : Tahun Pertama di Tingkat SMA
Mahir 2 : Tahun Kedua di Tingkat SMA

Evaluasi

Setiap program pastinya harus mempunyai sistem evaluasi dan hal-hal yang akan dievaluasi. Evaluasi pembelajaran dilakukan sebanyak 2 kali per semester yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Khusus untuk Ujian Akhir Semester diadakan dengan 2 versi, berupa Ujian Lisan dan Ujian Tulisan.

Pelaporan

Pelaporan di program SL berupa KHS (Kartu Hasil Studi) dengan diberikan kepada siswa untuk disampaikan kepada orang tua. KHS yang diberikan kepada siswa ini diiringi dengan penyampaian lisan berupa evaluasi diri dan kemampuan mereka, serta saran yang harus dikembangkan selanjutnya yang mengarah kepada motivasi.

Orang Tua di akhir setiap semester juga akan diberikan laporan tertulis berupa narasi mengenai perkembangan siswa di masing-masing mata pelajaran. Seperti halnya di program PAUD dan SD, program SL juga membutuhkan diskusi yang berkesinambungan mengenai kesepakatan kerja sama untuk bimbingan siswa di rumah maupun sekolah.